Booking Your Hotel with Agoda through this site,Get the BEST Deal

Friday, January 28, 2011

Bahaya Minum Teh Ais?



http://azhargd.blogspot.com

Wednesday, 22 September, 2010, 11:59 PM

 
http://2.bp.blogspot.com/_TeZIY2L6s38/THKUZZogtDI/AAAAAAAACkk/4XQnkZx4yTU/s1600/es_teh.jpg
Siapa tak suka minum teh ais? Rasanya yang manis menyegarkan, berpadu dengan harga murah membuat teh ais menjadi minuman favorite di segala suasana, termasuk saat berbuka puasa.

Popularitas teh ais terbukti dengan kehadirannya di hampir semua tempat makan, mulai dari kelas warung hingga restoran mahal. Mungkin banyak yang setuju dengan jargon teh ais kemasan, "Apapun makanannya, minumnya tetap teh ais."

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, teh ais menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi teh ais berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, teh ais mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, teh ais jelas menjadi minuman terburuk," kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum teh ais. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan teh ais, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Lelaki, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk teh ais. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. "Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal," kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya akan keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu akan mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging.

Sebaiknya, konsumsi teh ais dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih.

No comments:

Post a Comment